Artikel ini membahas overheating pada air compressor industri, terutama rotary screw dengan injeksi oli. Pemeriksaan tetap perlu disesuaikan dengan tipe unit dan petunjuk pabrikan.
Apa yang Dimaksud dengan Overheating
Proses kompresi menghasilkan panas. Overheating terjadi ketika temperatur melampaui batas pengoperasian yang ditetapkan untuk unit tersebut. Batas suhu ruang, temperatur kerja, dan alarm dapat berbeda antarunit. Karena itu, gunakan manual serta data controller sebagai acuan pemeriksaan. [1, 2]
Gejala yang Perlu Diperhatikan
Alarm high temperature muncul pada controller.
Unit berulang kali berhenti karena proteksi temperatur.
Temperatur kerja meningkat dibandingkan kondisi normal pada beban yang sebanding.
Catat kapan gejala muncul, temperatur yang terbaca, kode alarm, dan kondisi ruangan saat itu. Riwayat alarm serta catatan servis membantu teknisi menelusuri sumber gangguan. [2]
Penyebab Air Compressor Overheating
Ventilasi Ruangan Kurang Memadai
Udara panas dari compressor perlu dibuang keluar ruangan. Jika udara buangan kembali masuk ke sisi pendinginan, suhu di sekitar unit dapat meningkat. Periksa jalur masuk udara, jalur pembuangan, dan kemungkinan resirkulasi udara panas. Ventilasi harus memenuhi kebutuhan unit yang terpasang. [1, 4]
Cooler Kotor atau Aliran Udara Terhambat
Debu dan kotoran pada cooler dapat mengurangi kemampuan pelepasan panas. Periksa permukaan cooler, prefilter bila tersedia, dan jalur udara pendinginan. Frekuensi pembersihan perlu mengikuti tingkat debu di lokasi serta instruksi pabrikan. [3]
Level atau Kondisi Oli Tidak Sesuai
Pada rotary screw dengan injeksi oli, pelumas membantu melumasi komponen sekaligus membawa panas dari proses kompresi. Level oli yang rendah atau kualitas pelumas yang menurun dapat mengganggu fungsi tersebut. Gunakan oli yang direkomendasikan dan periksa level sesuai manual, termasuk batas pengisiannya. [3, 4]
Gangguan Sirkulasi Pendingin
Hambatan sirkulasi oli dapat memengaruhi pelepasan panas. Pada unit berpendingin air, aliran air yang terhambat juga perlu diperiksa. Teknisi perlu menilai kondisi sistem pendinginan, termasuk aliran, temperatur, dan kebersihan heat exchanger sesuai desain unit. [2]
Cara Mencegah Overheating
Jadikan pemantauan temperatur bagian dari pemeriksaan rutin. Catat temperatur kerja bersama tekanan dan jam operasi agar perubahan kondisi lebih mudah terlihat. Pemeriksaan level oli, filter, dan cooler perlu mengikuti instruksi pabrikan serta kondisi lingkungan. [3]
Pastikan jalur ventilasi tetap terbuka dan peralatan lain di ruang compressor tidak menambah panas secara berlebihan. Untuk perubahan ducting atau kipas ventilasi, sesuaikan desain dengan kebutuhan aliran udara unit. [4]
Susun jadwal servis berdasarkan jam kerja dan waktu kalender yang direkomendasikan untuk unit. Lingkungan berdebu atau bersuhu tinggi dapat membutuhkan perhatian lebih sering. Simpan catatan pekerjaan, penggantian komponen, dan temuan pemeriksaan sebagai bahan evaluasi berikutnya. [3]
Langkah Saat Alarm Temperatur Muncul
Ikuti petunjuk penanganan alarm dalam manual dan catat informasi pada controller sebelum melakukan reset. Jika unit berhenti karena proteksi temperatur, penyebab gangguan perlu diidentifikasi dan diperbaiki sebelum dioperasikan kembali. [2]
Pemeriksaan atau pekerjaan servis harus dilakukan oleh personel yang memahami unit. Sebelum membuka komponen, ikuti prosedur isolasi energi dan pelepasan tekanan dalam manual. Hubungi teknisi bila alarm berulang, ada suara atau getaran tidak normal, atau pemeriksaan melibatkan komponen internal. [2, 3]
Konsultasikan Kondisi Air Compressor Anda
PT Nissandi Kompresindo menyediakan konsultasi teknis, perawatan, perbaikan, dan kebutuhan spare part air compressor. Jika unit Anda sering mengalami alarm temperatur, hubungi tim kami untuk membahas kondisi unit dan kebutuhan pemeriksaannya. [5]
Saat berkonsultasi, siapkan merek dan model unit, jam operasi, foto controller, serta riwayat servis yang tersedia.
WhatsApp +62 813 2135 273
Email info@ptnk.co.id
Website www.nissandikompresindo.id


