Welcome To The Official Website Of
PT Nissandi Kompresindo

Elevate your operational efficiency with comprehensive compressed air solutions from PT Nissandi Kompresindo. From supplying quality spare parts to reliable after-sales service, we are your trusted partner for optimal and sustainable compressor performance.

PT Nissandi Kompresindo

PT Nissandi Kompresindo is a private company that provides parts and services for all brands of air compressors. Since 2012, with experienced and competence engineers, PT Nissandi Kompressindo has been serving multi sectors of industry and completed the job with satisfied customers as our main purpose.

Call Support Center

+62 813 2135 273

Explore Our Range of Services

Explore Customer Favorites

Fixed Speed air compressor

Variable Speed air compressor

Single Phase Rotary Screw Air Compressor

Energy-Saving Two- Stage Air Compressor

Portable Diesel Air Compressor

Stationary Diesel Air Compressor

Centrifugal Air Compressor

Twin Tank Mounted Air Compressor

Explore Our Client of
PT. Nissandi Kompresindo

Resources to keep you informed.

Penyebab Tekanan Air Compressor Turun dan Cara Mengatasinya

Tekanan air compressor turun saat mesin produksi bekerja dapat mengganggu pasokan udara ke peralatan pneumatik. Penyebabnya bisa berasal dari kebocoran, hambatan aliran, peningkatan kebutuhan udara, atau gangguan pada kompresor. Pemeriksaan perlu dimulai dengan mengetahui di bagian mana tekanan menurun agar tindakan perbaikan sesuai dengan masalahnya.

Mulai dengan membandingkan tekanan

Bandingkan tekanan di keluaran kompresor dan di titik penggunaan saat peralatan sedang beroperasi. Jika tekanan keluaran masih sesuai tetapi tekanan di mesin terlalu rendah, telusuri jaringan pipa dan komponen di antaranya. Jika tekanan keluaran juga rendah, periksa kesesuaian pasokan dengan kebutuhan udara serta kondisi dan kontrol kompresor.

Sebagai ilustrasi, tekanan di keluaran kompresor terbaca 7 bar, sedangkan di mesin produksi 5,5 bar pada saat yang sama. Selisihnya adalah 1,5 bar. Penurunan tekanan sepanjang jalur ini dikenal sebagai pressure drop. Angka tersebut merupakan contoh perhitungan, bukan batas penurunan tekanan untuk semua instalasi. Penilaian harus mengacu pada kebutuhan mesin dan rancangan sistem.

Kebocoran pada jaringan udara

Udara dapat terbuang melalui sambungan pipa, selang, quick coupling, valve, atau drain yang tidak menutup dengan baik. Kebocoran menambah kebutuhan udara dan dapat membuat tekanan sistem berfluktuasi.

Lakukan pemeriksaan kebocoran secara berkala, tandai lokasi yang ditemukan, lalu jadwalkan perbaikannya. Detektor ultrasonik membantu menemukan kebocoran, termasuk di area dengan kebisingan tinggi. Setelah perbaikan, periksa kembali agar hasilnya dapat dipastikan. [2]

Filter tersumbat atau air treatment tidak sesuai

Elemen line filter yang tersumbat dan komponen air treatment yang terlalu kecil dapat menghambat aliran menuju mesin. Periksa perbedaan tekanan sebelum dan sesudah komponen ketika udara mengalir. Penggantian elemen filter serta pemilihan kapasitas dryer dan filter perlu mengikuti petunjuk pabrikan dan kondisi operasi aktual.

Ukuran pipa dan sambungan membatasi aliran

Pipa yang terlalu kecil, jalur yang panjang, dan sambungan yang membatasi aliran dapat memperbesar pressure drop. Selang serta coupling di dekat mesin juga perlu diperiksa karena hambatan dapat muncul pada bagian akhir jaringan distribusi.

Evaluasi instalasi berdasarkan debit udara yang dibutuhkan. Penentuan diameter pipa dan tata letak sebaiknya memperhitungkan panjang jalur, sambungan, serta rencana penambahan peralatan. Mengganti kompresor saja belum tentu menyelesaikan hambatan pada jaringan tersebut. [3]

Kebutuhan udara meningkat saat produksi

Tekanan dapat menurun ketika beberapa mesin menggunakan udara bersamaan dan kebutuhan sesaat melampaui pasokan yang tersedia. Kondisi ini perlu diperhatikan setelah penambahan mesin atau perubahan pola produksi.

Catat waktu kejadian, mesin yang aktif, debit udara, dan pola pembebanan kompresor. Data tersebut membantu menentukan apakah diperlukan perubahan pengoperasian, pengaturan kontrol, kapasitas penyimpanan, atau tambahan pasokan. Penilaian kapasitas perlu menggunakan kemampuan suplai pada tekanan kerja yang dibutuhkan.

Pengaturan kontrol atau komponen kompresor bermasalah

Jika tekanan keluaran kompresor tetap rendah, teknisi perlu memeriksa pengaturan tekanan, kontrol kapasitas, dan kondisi valve sesuai jenis unit. Gunakan catatan alarm dan riwayat perawatan untuk membantu pemeriksaan. Penyesuaian kontrol harus mengikuti rekomendasi pabrikan.

Tentukan perbaikan sebelum menaikkan tekanan

Menaikkan setelan tekanan untuk menutupi hambatan pada jaringan dapat menurunkan efisiensi dan membuat tekanan di titik lain melebihi kebutuhan peralatan. Perbaiki sumber kehilangan tekanan terlebih dahulu, kemudian evaluasi kembali setelan sistem.

Sebelum membuka filter, pipa, atau komponen lain, ikuti prosedur penghentian unit, isolasi energi, dan pelepasan tekanan sesuai manual. Pekerjaan internal dan perubahan pengaturan perlu dilakukan oleh personel yang kompeten.

Konsultasikan kebutuhan sistem udara bertekanan Anda

PT. Nissandi Kompresindo menyediakan air compressor, air dryer, spare part, serta layanan perawatan dan perbaikan. Hubungi tim kami untuk mendiskusikan gangguan tekanan dan kebutuhan sistem udara bertekanan di fasilitas Anda.

Email: info@ptnk.co.id
Telepon: +62 813 2135 273
Website: https://nissandikompresindo.id/

5 Tanda Air Compressor Perlu Diservis Sebelum Mengganggu Produksi

Air compressor berperan dalam menjaga pasokan udara bertekanan untuk berbagai kebutuhan industri. Ketika kinerjanya berubah, peralatan yang bergantung pada suplai udara juga dapat ikut terganggu.

Mengenali tanda air compressor perlu diservis membantu tim maintenance menentukan kapan pemeriksaan perlu dilakukan. Berikut lima gejala yang perlu diperhatikan.

1. Tekanan Udara Menurun atau Sulit Mencapai Target

Tekanan yang lebih rendah dari biasanya dapat berkaitan dengan filter udara tersumbat, kebocoran, atau kebutuhan udara yang melebihi kapasitas kompresor. Karena itu, pemeriksaan perlu mencakup unit, jaringan pipa, dan pemakaian udara di area produksi.

Jika penurunan terjadi setelah penambahan mesin, sampaikan perubahan tersebut kepada teknisi. Informasi ini membantu membedakan kebutuhan perbaikan dengan kebutuhan evaluasi kapasitas sistem.

2. Suhu Operasional Lebih Tinggi dari Biasanya

Kenaikan suhu yang berulang perlu diperiksa, terutama bila disertai alarm temperatur. Penyebabnya dapat berupa cooler kotor, ventilasi ruang kompresor kurang baik, atau level pelumas terlalu rendah pada unit yang menggunakan pelumas.

Bandingkan pembacaan suhu dengan catatan operasi sebelumnya pada beban yang sebanding. Batas temperatur harus mengikuti manual masing-masing unit karena setiap kompresor memiliki karakteristik berbeda.

3. Muncul Suara atau Getaran yang Tidak Biasa

Suara berderak, ketukan, atau decitan yang baru muncul dapat menandakan perubahan kondisi mekanis. Pada kompresor rotary screw, beberapa kemungkinan penyebabnya meliputi keausan bearing, belt selip pada unit berpenggerak belt, atau komponen yang longgar.

Catat kapan gejala muncul, misalnya saat start atau ketika unit menerima beban. Diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan teknisi agar penggantian komponen sesuai dengan sumber masalah.

4. Terlihat Kebocoran atau Residu Oli yang Tidak Wajar

Kebocoran udara maupun oli merupakan alasan untuk melakukan pemeriksaan. Pada kompresor berpelumas oli, residu oli berlebih di peralatan setelah kompresor juga dapat berkaitan dengan masalah pada separator atau pengisian oli berlebihan.

Lokasi dan asal kebocoran perlu ditelusuri sebelum menentukan tindakan perbaikan. Dokumentasikan area yang terlihat bermasalah dari posisi aman sebagai informasi bagi teknisi.

5. Alarm atau Shutdown Terjadi Berulang

Alarm yang terus muncul menunjukkan adanya kondisi yang perlu ditelusuri. Contohnya, shutdown akibat temperatur tinggi memerlukan pemeriksaan penyebab kenaikan suhu sebelum unit dijalankan kembali.

Catat kode alarm, waktu kejadian, dan kondisi beban saat gangguan terjadi. Riwayat alarm pada controller dapat membantu teknisi menemukan pola masalah. Hindari mereset alarm berulang hanya untuk mempertahankan operasi.

Tetap Jadwalkan Perawatan Sebelum Gejala Muncul

Kompresor tetap memerlukan preventive maintenance meskipun belum menunjukkan gangguan. Ikuti jadwal pada manual berdasarkan jam operasi dan waktu kalender, serta sesuaikan pemeriksaan dengan kondisi lingkungan. Ruangan berdebu atau bersuhu tinggi dapat membutuhkan perhatian lebih sering.

Simpan catatan jam operasi, penggantian filter dan pelumas, serta hasil servis sebelumnya. Riwayat ini membantu menyusun rencana perawatan dan mengevaluasi perubahan kinerja unit.

Sebelum membuka panel atau komponen internal, pekerjaan harus mengikuti prosedur isolasi energi dan pelepasan tekanan pada manual, serta dilakukan oleh personel yang kompeten.

Konsultasikan Kebutuhan Perawatan Kompresor Anda

PT. Nissandi Kompresindo menyediakan layanan perawatan, perbaikan, overhaul, serta kebutuhan suku cadang kompresor udara untuk industri. Konsultasikan kondisi unit Anda agar kebutuhan pemeriksaan dan lingkup pekerjaan dapat dibahas sesuai kondisi di lapangan.

Hubungi kami melalui +62 813 2135 273 atau info@ptnk.co.id untuk konsultasi kebutuhan kompresor perusahaan Anda.

Penyebab Air Compressor Overheating dan Cara Mencegahnya

Air compressor yang sering menampilkan alarm temperatur atau berhenti karena suhu tinggi perlu diperiksa sebelum gangguannya menghambat produksi. Kondisi overheating dapat berkaitan dengan ventilasi ruangan, kebersihan cooler, atau masalah pada sistem pelumasan dan pendinginan. Mengetahui penyebabnya membantu tim maintenance menentukan pemeriksaan yang tepat. [1, 2]

Artikel ini membahas overheating pada air compressor industri, terutama rotary screw dengan injeksi oli. Pemeriksaan tetap perlu disesuaikan dengan tipe unit dan petunjuk pabrikan.

Apa yang Dimaksud dengan Overheating

Proses kompresi menghasilkan panas. Overheating terjadi ketika temperatur melampaui batas pengoperasian yang ditetapkan untuk unit tersebut. Batas suhu ruang, temperatur kerja, dan alarm dapat berbeda antarunit. Karena itu, gunakan manual serta data controller sebagai acuan pemeriksaan. [1, 2]

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Alarm high temperature muncul pada controller.

Unit berulang kali berhenti karena proteksi temperatur.

Temperatur kerja meningkat dibandingkan kondisi normal pada beban yang sebanding.

Catat kapan gejala muncul, temperatur yang terbaca, kode alarm, dan kondisi ruangan saat itu. Riwayat alarm serta catatan servis membantu teknisi menelusuri sumber gangguan. [2]

Penyebab Air Compressor Overheating

Ventilasi Ruangan Kurang Memadai

Udara panas dari compressor perlu dibuang keluar ruangan. Jika udara buangan kembali masuk ke sisi pendinginan, suhu di sekitar unit dapat meningkat. Periksa jalur masuk udara, jalur pembuangan, dan kemungkinan resirkulasi udara panas. Ventilasi harus memenuhi kebutuhan unit yang terpasang. [1, 4]

Cooler Kotor atau Aliran Udara Terhambat

Debu dan kotoran pada cooler dapat mengurangi kemampuan pelepasan panas. Periksa permukaan cooler, prefilter bila tersedia, dan jalur udara pendinginan. Frekuensi pembersihan perlu mengikuti tingkat debu di lokasi serta instruksi pabrikan. [3]

Level atau Kondisi Oli Tidak Sesuai

Pada rotary screw dengan injeksi oli, pelumas membantu melumasi komponen sekaligus membawa panas dari proses kompresi. Level oli yang rendah atau kualitas pelumas yang menurun dapat mengganggu fungsi tersebut. Gunakan oli yang direkomendasikan dan periksa level sesuai manual, termasuk batas pengisiannya. [3, 4]

Gangguan Sirkulasi Pendingin

Hambatan sirkulasi oli dapat memengaruhi pelepasan panas. Pada unit berpendingin air, aliran air yang terhambat juga perlu diperiksa. Teknisi perlu menilai kondisi sistem pendinginan, termasuk aliran, temperatur, dan kebersihan heat exchanger sesuai desain unit. [2]

Cara Mencegah Overheating

Jadikan pemantauan temperatur bagian dari pemeriksaan rutin. Catat temperatur kerja bersama tekanan dan jam operasi agar perubahan kondisi lebih mudah terlihat. Pemeriksaan level oli, filter, dan cooler perlu mengikuti instruksi pabrikan serta kondisi lingkungan. [3]

Pastikan jalur ventilasi tetap terbuka dan peralatan lain di ruang compressor tidak menambah panas secara berlebihan. Untuk perubahan ducting atau kipas ventilasi, sesuaikan desain dengan kebutuhan aliran udara unit. [4]

Susun jadwal servis berdasarkan jam kerja dan waktu kalender yang direkomendasikan untuk unit. Lingkungan berdebu atau bersuhu tinggi dapat membutuhkan perhatian lebih sering. Simpan catatan pekerjaan, penggantian komponen, dan temuan pemeriksaan sebagai bahan evaluasi berikutnya. [3]

Langkah Saat Alarm Temperatur Muncul

Ikuti petunjuk penanganan alarm dalam manual dan catat informasi pada controller sebelum melakukan reset. Jika unit berhenti karena proteksi temperatur, penyebab gangguan perlu diidentifikasi dan diperbaiki sebelum dioperasikan kembali. [2]

Pemeriksaan atau pekerjaan servis harus dilakukan oleh personel yang memahami unit. Sebelum membuka komponen, ikuti prosedur isolasi energi dan pelepasan tekanan dalam manual. Hubungi teknisi bila alarm berulang, ada suara atau getaran tidak normal, atau pemeriksaan melibatkan komponen internal. [2, 3]

Konsultasikan Kondisi Air Compressor Anda

PT Nissandi Kompresindo menyediakan konsultasi teknis, perawatan, perbaikan, dan kebutuhan spare part air compressor. Jika unit Anda sering mengalami alarm temperatur, hubungi tim kami untuk membahas kondisi unit dan kebutuhan pemeriksaannya. [5]

Saat berkonsultasi, siapkan merek dan model unit, jam operasi, foto controller, serta riwayat servis yang tersedia.

WhatsApp +62 813 2135 273

Email info@ptnk.co.id

Website www.nissandikompresindo.id