Welcome To The Official Website Of
PT Nissandi Kompresindo

Elevate your operational efficiency with comprehensive compressed air solutions from PT Nissandi Kompresindo. From supplying quality spare parts to reliable after-sales service, we are your trusted partner for optimal and sustainable compressor performance.

PT Nissandi Kompresindo

PT Nissandi Kompresindo is a private company that provides parts and services for all brands of air compressors. Since 2012, with experienced and competence engineers, PT Nissandi Kompressindo has been serving multi sectors of industry and completed the job with satisfied customers as our main purpose.

Call Support Center

+62 813 2135 273

Explore Our Range of Services

Explore Customer Favorites

Fixed Speed air compressor

Variable Speed air compressor

Single Phase Rotary Screw Air Compressor

Energy-Saving Two- Stage Air Compressor

Portable Diesel Air Compressor

Stationary Diesel Air Compressor

Centrifugal Air Compressor

Twin Tank Mounted Air Compressor

Explore Our Client of
PT. Nissandi Kompresindo

Resources to keep you informed.

5 Tanda Air Compressor Perlu Diservis Sebelum Mengganggu Produksi

Air compressor berperan dalam menjaga pasokan udara bertekanan untuk berbagai kebutuhan industri. Ketika kinerjanya berubah, peralatan yang bergantung pada suplai udara juga dapat ikut terganggu.

Mengenali tanda air compressor perlu diservis membantu tim maintenance menentukan kapan pemeriksaan perlu dilakukan. Berikut lima gejala yang perlu diperhatikan.

1. Tekanan Udara Menurun atau Sulit Mencapai Target

Tekanan yang lebih rendah dari biasanya dapat berkaitan dengan filter udara tersumbat, kebocoran, atau kebutuhan udara yang melebihi kapasitas kompresor. Karena itu, pemeriksaan perlu mencakup unit, jaringan pipa, dan pemakaian udara di area produksi.

Jika penurunan terjadi setelah penambahan mesin, sampaikan perubahan tersebut kepada teknisi. Informasi ini membantu membedakan kebutuhan perbaikan dengan kebutuhan evaluasi kapasitas sistem.

2. Suhu Operasional Lebih Tinggi dari Biasanya

Kenaikan suhu yang berulang perlu diperiksa, terutama bila disertai alarm temperatur. Penyebabnya dapat berupa cooler kotor, ventilasi ruang kompresor kurang baik, atau level pelumas terlalu rendah pada unit yang menggunakan pelumas.

Bandingkan pembacaan suhu dengan catatan operasi sebelumnya pada beban yang sebanding. Batas temperatur harus mengikuti manual masing-masing unit karena setiap kompresor memiliki karakteristik berbeda.

3. Muncul Suara atau Getaran yang Tidak Biasa

Suara berderak, ketukan, atau decitan yang baru muncul dapat menandakan perubahan kondisi mekanis. Pada kompresor rotary screw, beberapa kemungkinan penyebabnya meliputi keausan bearing, belt selip pada unit berpenggerak belt, atau komponen yang longgar.

Catat kapan gejala muncul, misalnya saat start atau ketika unit menerima beban. Diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan teknisi agar penggantian komponen sesuai dengan sumber masalah.

4. Terlihat Kebocoran atau Residu Oli yang Tidak Wajar

Kebocoran udara maupun oli merupakan alasan untuk melakukan pemeriksaan. Pada kompresor berpelumas oli, residu oli berlebih di peralatan setelah kompresor juga dapat berkaitan dengan masalah pada separator atau pengisian oli berlebihan.

Lokasi dan asal kebocoran perlu ditelusuri sebelum menentukan tindakan perbaikan. Dokumentasikan area yang terlihat bermasalah dari posisi aman sebagai informasi bagi teknisi.

5. Alarm atau Shutdown Terjadi Berulang

Alarm yang terus muncul menunjukkan adanya kondisi yang perlu ditelusuri. Contohnya, shutdown akibat temperatur tinggi memerlukan pemeriksaan penyebab kenaikan suhu sebelum unit dijalankan kembali.

Catat kode alarm, waktu kejadian, dan kondisi beban saat gangguan terjadi. Riwayat alarm pada controller dapat membantu teknisi menemukan pola masalah. Hindari mereset alarm berulang hanya untuk mempertahankan operasi.

Tetap Jadwalkan Perawatan Sebelum Gejala Muncul

Kompresor tetap memerlukan preventive maintenance meskipun belum menunjukkan gangguan. Ikuti jadwal pada manual berdasarkan jam operasi dan waktu kalender, serta sesuaikan pemeriksaan dengan kondisi lingkungan. Ruangan berdebu atau bersuhu tinggi dapat membutuhkan perhatian lebih sering.

Simpan catatan jam operasi, penggantian filter dan pelumas, serta hasil servis sebelumnya. Riwayat ini membantu menyusun rencana perawatan dan mengevaluasi perubahan kinerja unit.

Sebelum membuka panel atau komponen internal, pekerjaan harus mengikuti prosedur isolasi energi dan pelepasan tekanan pada manual, serta dilakukan oleh personel yang kompeten.

Konsultasikan Kebutuhan Perawatan Kompresor Anda

PT. Nissandi Kompresindo menyediakan layanan perawatan, perbaikan, overhaul, serta kebutuhan suku cadang kompresor udara untuk industri. Konsultasikan kondisi unit Anda agar kebutuhan pemeriksaan dan lingkup pekerjaan dapat dibahas sesuai kondisi di lapangan.

Hubungi kami melalui +62 813 2135 273 atau info@ptnk.co.id untuk konsultasi kebutuhan kompresor perusahaan Anda.

Penyebab Air Compressor Overheating dan Cara Mencegahnya

Air compressor yang sering menampilkan alarm temperatur atau berhenti karena suhu tinggi perlu diperiksa sebelum gangguannya menghambat produksi. Kondisi overheating dapat berkaitan dengan ventilasi ruangan, kebersihan cooler, atau masalah pada sistem pelumasan dan pendinginan. Mengetahui penyebabnya membantu tim maintenance menentukan pemeriksaan yang tepat. [1, 2]

Artikel ini membahas overheating pada air compressor industri, terutama rotary screw dengan injeksi oli. Pemeriksaan tetap perlu disesuaikan dengan tipe unit dan petunjuk pabrikan.

Apa yang Dimaksud dengan Overheating

Proses kompresi menghasilkan panas. Overheating terjadi ketika temperatur melampaui batas pengoperasian yang ditetapkan untuk unit tersebut. Batas suhu ruang, temperatur kerja, dan alarm dapat berbeda antarunit. Karena itu, gunakan manual serta data controller sebagai acuan pemeriksaan. [1, 2]

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Alarm high temperature muncul pada controller.

Unit berulang kali berhenti karena proteksi temperatur.

Temperatur kerja meningkat dibandingkan kondisi normal pada beban yang sebanding.

Catat kapan gejala muncul, temperatur yang terbaca, kode alarm, dan kondisi ruangan saat itu. Riwayat alarm serta catatan servis membantu teknisi menelusuri sumber gangguan. [2]

Penyebab Air Compressor Overheating

Ventilasi Ruangan Kurang Memadai

Udara panas dari compressor perlu dibuang keluar ruangan. Jika udara buangan kembali masuk ke sisi pendinginan, suhu di sekitar unit dapat meningkat. Periksa jalur masuk udara, jalur pembuangan, dan kemungkinan resirkulasi udara panas. Ventilasi harus memenuhi kebutuhan unit yang terpasang. [1, 4]

Cooler Kotor atau Aliran Udara Terhambat

Debu dan kotoran pada cooler dapat mengurangi kemampuan pelepasan panas. Periksa permukaan cooler, prefilter bila tersedia, dan jalur udara pendinginan. Frekuensi pembersihan perlu mengikuti tingkat debu di lokasi serta instruksi pabrikan. [3]

Level atau Kondisi Oli Tidak Sesuai

Pada rotary screw dengan injeksi oli, pelumas membantu melumasi komponen sekaligus membawa panas dari proses kompresi. Level oli yang rendah atau kualitas pelumas yang menurun dapat mengganggu fungsi tersebut. Gunakan oli yang direkomendasikan dan periksa level sesuai manual, termasuk batas pengisiannya. [3, 4]

Gangguan Sirkulasi Pendingin

Hambatan sirkulasi oli dapat memengaruhi pelepasan panas. Pada unit berpendingin air, aliran air yang terhambat juga perlu diperiksa. Teknisi perlu menilai kondisi sistem pendinginan, termasuk aliran, temperatur, dan kebersihan heat exchanger sesuai desain unit. [2]

Cara Mencegah Overheating

Jadikan pemantauan temperatur bagian dari pemeriksaan rutin. Catat temperatur kerja bersama tekanan dan jam operasi agar perubahan kondisi lebih mudah terlihat. Pemeriksaan level oli, filter, dan cooler perlu mengikuti instruksi pabrikan serta kondisi lingkungan. [3]

Pastikan jalur ventilasi tetap terbuka dan peralatan lain di ruang compressor tidak menambah panas secara berlebihan. Untuk perubahan ducting atau kipas ventilasi, sesuaikan desain dengan kebutuhan aliran udara unit. [4]

Susun jadwal servis berdasarkan jam kerja dan waktu kalender yang direkomendasikan untuk unit. Lingkungan berdebu atau bersuhu tinggi dapat membutuhkan perhatian lebih sering. Simpan catatan pekerjaan, penggantian komponen, dan temuan pemeriksaan sebagai bahan evaluasi berikutnya. [3]

Langkah Saat Alarm Temperatur Muncul

Ikuti petunjuk penanganan alarm dalam manual dan catat informasi pada controller sebelum melakukan reset. Jika unit berhenti karena proteksi temperatur, penyebab gangguan perlu diidentifikasi dan diperbaiki sebelum dioperasikan kembali. [2]

Pemeriksaan atau pekerjaan servis harus dilakukan oleh personel yang memahami unit. Sebelum membuka komponen, ikuti prosedur isolasi energi dan pelepasan tekanan dalam manual. Hubungi teknisi bila alarm berulang, ada suara atau getaran tidak normal, atau pemeriksaan melibatkan komponen internal. [2, 3]

Konsultasikan Kondisi Air Compressor Anda

PT Nissandi Kompresindo menyediakan konsultasi teknis, perawatan, perbaikan, dan kebutuhan spare part air compressor. Jika unit Anda sering mengalami alarm temperatur, hubungi tim kami untuk membahas kondisi unit dan kebutuhan pemeriksaannya. [5]

Saat berkonsultasi, siapkan merek dan model unit, jam operasi, foto controller, serta riwayat servis yang tersedia.

WhatsApp +62 813 2135 273

Email info@ptnk.co.id

Website www.nissandikompresindo.id

 

 

Peran Automatic Drain pada Sistem Udara Bertekanan

Air yang terbentuk di dalam sistem udara bertekanan perlu dibuang secara berkala. Jika kondensat dibiarkan menumpuk, air dapat terbawa ke jaringan pipa dan mengganggu kinerja peralatan. Automatic drain membantu membuang kondensat secara otomatis, sehingga mengurangi kebutuhan pembuangan manual di beberapa titik sistem.

Bagaimana kondensat terbentuk?

Udara dari lingkungan mengandung uap air. Saat udara dikompresi dan kemudian mendingin, sebagian uap air berubah menjadi cairan atau kondensat. Kondensat dapat terkumpul di air receiver tank, filter, separator, dan titik rendah pada jaringan pipa.

Jumlah kondensat yang terbentuk dipengaruhi oleh kelembapan udara, kapasitas kompresor, suhu, dan kondisi operasional sistem.

Apa fungsi automatic drain?

Automatic drain membuka saluran pembuangan secara otomatis untuk mengeluarkan kondensat yang terkumpul. Komponen ini dapat dipasang pada titik tertentu, seperti tangki udara, filter, atau separator, sesuai rancangan sistem.

Dengan pembuangan yang teratur, kondensat lebih kecil kemungkinannya menumpuk dan terbawa ke peralatan di bagian hilir. Automatic drain juga membantu mengurangi ketergantungan pada operator untuk membuang air secara manual.

Apa risikonya jika kondensat tidak dibuang?

Kondensat yang menumpuk dapat menyebabkan beberapa masalah, antara lain:

  • Korosi pada tangki dan pipa.
  • Air masuk ke alat pneumatik atau proses produksi.
  • Kinerja filter dan peralatan pendukung terganggu.
  • Kualitas udara bertekanan menurun.
  • Risiko gangguan produksi dan kebutuhan perawatan meningkat.

Dampaknya bergantung pada kondisi sistem dan jenis proses yang menggunakan udara bertekanan.

Jenis automatic drain

Beberapa jenis automatic drain yang umum digunakan adalah:

Timer drain

Timer drain membuang kondensat berdasarkan jeda waktu dan durasi buka yang sudah diatur. Pengaturan perlu disesuaikan dengan jumlah kondensat yang dihasilkan agar pembuangan berjalan efektif.

Level-sensing drain

Jenis ini mendeteksi keberadaan atau ketinggian kondensat, lalu membuka katup saat pembuangan diperlukan. Karena bekerja berdasarkan kondisi kondensat, jenis ini dapat membantu mengurangi udara bertekanan yang ikut terbuang.

Pemilihan jenis drain sebaiknya mempertimbangkan lokasi pemasangan, kapasitas sistem, jumlah kondensat, dan kondisi kerja.

Cara menjaga automatic drain tetap berfungsi

Automatic drain tetap perlu diperiksa, meskipun bekerja secara otomatis. Perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Pastikan saluran pembuangan tidak tersumbat oleh kotoran atau endapan.
  2. Periksa kebocoran pada katup dan sambungan, terutama bila udara terus keluar dari saluran drain.
  3. Cek fungsi drain secara berkala sesuai panduan pabrikan.
  4. Sesuaikan pengaturan timer, jika menggunakan timer drain.
  5. Pastikan kapasitas drain sesuai kebutuhan sistem dan titik pemasangannya.

Jika kondensat tidak terbuang atau udara keluar terus-menerus, automatic drain mungkin memerlukan pembersihan, penyetelan, atau pemeriksaan teknisi.

Kesimpulan

Automatic drain merupakan salah satu komponen pendukung dalam pengelolaan kondensat pada sistem udara bertekanan. Pemasangan dan perawatan yang sesuai membantu mengurangi penumpukan air di titik-titik penting sistem. Agar hasilnya optimal, pastikan drain dipilih sesuai kebutuhan dan diperiksa secara berkala.

PT Nissandi Kompresindo menyediakan kebutuhan air compressor, air dryer, suku cadang, dan layanan perawatan. Hubungi tim kami untuk mendiskusikan kebutuhan sistem udara bertekanan di fasilitas Anda.